Batuk dan penawar

Ketika kita mendapati anak kita sakit, tidak ada yang dapat menghalangi kita untuk menolongnya sehingga ia sembuh. Berbagai upaya akan kita coba dan lakukan sehingga kita bisa menemukan cara terbaik untuk menyembuhkan anak kita. Salah satu penyakit yang sering menyerang anak-anak adalah batuk dan pilek.




Ketika isteri saya terserang sakit kepala dia mengatakan bahwa masih mendingan sakit perut ketimbang sakit kepala. Dan dalam kesempatan yang berbeda ketika ia sakit perut, ia pun mengatakan bahwa masih mendingan sakit kepala ketimbang sakit perut. Demikian pun dengan batuk dan pilek, di antara keduanya, manakah yang tergolong ‘mendingan’? Kedua-duanya dalam indikasinya memiliki tingkat keseriusan. Dan dalam kesempatan ini kita akan mengenal lebih dalam tentang sakit batuk dan bagaimana usaha penyembuhannya.



Pertanyaan yang muncul adalah mengapa seseorang bisa batuk? Apakah setiap orang yang batuk dikategorikan sakit? Apa yang menyebabkannya? Bagaimana tubuh memeranginya? Adakah obat batuk yang betul-betul mujarab? Apakah ada obat altertanif untuk batuk sebagai pengganti obat batuk farmasi?



Batuk



Menurut data statistik dari fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, penyakit batuk dan turunannya masih menempati 10 besar kesakitan dan kematian di Indonesia. Hal ini akibat tidak sadarnya masyarakat terhadap bahaya batuk kronis. penyakit batuk dan saluran nafas bagian atas akut ternyata menempati jumlah kunjungan rumah sakit yang paling tinggi dan menelan korban jiwa sebanyak 12.487 jiwa atau 11,2 persen dari total kematian pasien di rumah sakit beberapa tahun yang lalu.



Penyebab Batuk



Batuk adalah aktivitas tubuh manusia ketika di bagian tenggorokan mengalami ’suatu masalah’. Sebenarnya batuk itu adalah usaha tubuh manusia untuk menyelesaikan masalah yang ada di tenggorokan. Masalah itu umumnya disebabkan oleh ‘benda asing’ dari luar tubuh manusia masuk ke dalam mulut dan singgah di tenggorokan yang menyebabkan terjadinya ‘gangguan’ di tenggorokan.



Sudah diprogramkan oleh Sang Pencipta bahwa dahak manusia diproduksi tubuh untuk mengantisipasi ‘benda-benda asing’ yang masuk dan menempel di tenggorokan, dan melalui batuk dahak yang berisi benda asing itu dikeluarkan dari mulut. (red: karena itu selalu usahakan untuk mengeluarkan dahak dan jangan menelannya).



Adapun dahak yang diproduksi di tenggorokan memiliki kandungan zat kimia yang bervariasi tergantung iklim, genetik dan kondisi sistem pertahanan tubuh. Umumnya berupa larutan kental yang mengandung gel yang merupakan larutan glicoprotein, imunoglobin, lipid, dll. Warna dahak mengindikasikan parahnya gejala penyakit batuk:

1. Dahak yang sehat warnanya bening atau putih

2. Dahak berwarna kuning pertanda gejala demam batuk pilek biasa

3. Dahak berwarna hijau pertanda adanya indikasi pneumonia

4. Dahak berwarna coklat pertanda perokok berat dan pebatuk berat (:D)

5. Dahak bercampur darah pertanda TBC



Batuk yang positif



Pada hidung, tenggorokan dan organ tubuh manusia terdapat reseptor yang disebut mucus yang berfungsi menangkap zat-zat asing yang menginfeksi tubuh manusia. Reseptor ini diproduksi oleh sel-sel goblet (sedang ada project penelitian microbiology mengenai sel ini). Mucus memproduksi zat mucin dan beberapa zat yang mengandung garam. Salah satu jenis mucus adalah dahak (phlegm).



Jadi, ketika ada zat asing yang bisa muncul dari asap, bau yang tajam, debu, serbuk, kotoran yang terbawa angin, dll masuk ke hidung, mucus bekerja layaknya sebagai satpam dengan membuat perangkap berupa mucin untuk menangkap zat asing tadi. Perangkap tadi berfungsi ganda selain untuk menangkap musuh, juga untuk menjaga supaya lapisan di hidung tetap basah. Kalau kotorannya lolos sampai ke tengggorokan, dia ditahan dengan produksi dahak. Karena dahak berupa lendir yang menghambat nafas, maka batuklah kita buat mengeluarkan dahak tersebut sekaligus musuh tadi.



Batuk yang negatif.



Pada saat ‘benda-benda asing yang membawa virus’ itu masuk ke mulut dan singgah di tenggorokan maka virus itu mulai melakukan aktivitasnya dan berkembang biak, sebenarnya ketika daya tahan tubuh kita baik virus itu dapat langsung dibasmi tetapi seringkali antibodi yang ada di dalam tubuh kita tidak cukup kuat untuk melawan virus-virus tersebut akibatnya tubuh kita meriang, demam, kemudian disusul flu, pilek, dan batuk.



Dalam gejala batuk, jelasnya, ada 200-an virus yang menjadi penyebab. Jadi ketika kita batuk, kita harus berusaha untuk mencari tahu apakah batuk tersebut disebabkan oleh virus atau tidak. Jika disebabkan oleh virus, kita tidak dapat mendeteksi virus apa yang menyebabkannya dari sekian ratus virus batuk, maka yang perlu kita lakukan adalah : 1. berupaya untuk meningkatkan daya kekebalan tubuh (antibodi) kita dan 2. menemukan obat yang paling tepat untuk kasus batuk yang dialami anak kita.



Pada awalnya gejala batuk sama, tetapi jika batuk berkepanjangan dan mengeluarkan dahak kuning atau hijau sebaiknya segera diperiksa ke dokter



Batuk, merupakan gejala yang dialami cukup sering. Pada anak, batuk dapat terjadi 4 hingga 8 kali tiap tahunnya. Jumlah itu menurun ketika dewasa, menjadi 2 – 4 kali tiap tahun. Jika sudah terkena, batuk akan mengambil waktu 3 hingga 100 hari. “Jika terus berlanjut berarti sudah masuk ke batuk kronis. Bisa menyebabkan kematian



Obat apa yang cocok untuk batuk?



Sebelum memutuskan untuk mengonsumsi obat, kita harus tahu dulu apa penyebab batuk-pilek yang diderita. Batuk-pilek bisa disebabkan alergi atau virus. Kalau penyebab batuk-pilek adalah karena alergi, tindakan yang paling tepat adalah menghindari faktor pemicu alergi. Sedangkan batuk-pilek yang disebabkan oleh virus jenis self-limiting disease dapat sembuh sendiri, asal daya tahan kita kuat. Oleh karena itu, yang paling baik adalah menjaga daya tahan tubuh agar tetap kuat. Caranya, dengan memiliki pola makan yang baik, dan rajin olahraga.



Namun jika kita masih perlu obat, sangat disarankan untuk mengetahui lebih dulu kandungan obat, lalu disesuaikan dengan keluhan. Sebagai informasi, umumnya obat pilek dibuat dalam bentuk kombinasi antara analgetik (antipiretik), antihistamin (anti alergi), dan adrenergik. Analgetik untuk meredakan demam atau nyeri yang biasanya menyertai pilek. Antihistamin untuk mengatasi reaksi alergi, yang salah satu tandanya adalah pilek. Adrenergik untuk mengurangi sekresi cairan di hidung yang tersumbat.



Sedangkan untuk batuk, obatnya ada dua jenis, yaitu ekspektoran atau antitusif. Ekspektoran untuk mengencerkan dan mengeluarkan dahak. Antitusif untuk meredakan batuk. Sekali lagi, sesuaikan obat dengan jenis keluhan yang dialami.



Anjuran



* Bacalah kemasan obat dengan teliti. Tiap kemasan mencantumkan kandungan obat, dosis, dan efek samping.



* Minumlah obat sesuai dengan dosis yang dianjurkan, terutama untuk anak-anak. Dosis yang berlebih dapat menyebabkan keracunan.



* Jangan mengatasi batuk-pilek yang disebabkan oleh alergi dengan obat jenis kombinasi. Obati dengan obat khusus alergi (antihistamin).



BERANEKA obat batuk beredar di pasaran. Masyarakat pun memiliki banyak pilihan untuk mengobati batuk yang dianggap mengganggu aktivitas. Semakin banyak merek dan jenis obat batuk, namun tak sedikit yang kemudian asal pilih.



Tidak jarang masyarakat mengonsumsi obat batuk yang tidak sesuai dengan jenis batuk yang diderita. ”Mungkin mereka tahunya obat batuk jenis apa saja bisa dikonsumsi untuk mengurangi batuk



Yang banyak beredar obat untuk mengobati batuk berdahak dan batuk kering. Obat untuk batuk kering biasanya bekerja untuk menekan rangsangan batuk atau disebut juga antitusif. Obat batuk yang digunakan untuk mengobati batuk berdahak justru berfungsi merangsang batuk untuk mengeluarkan dahak. Obat batuk jenis itu disebut juga ekspektoran. Ada juga obat batuk jenis mukolitik. Kerjanya mengencerkan dahak sehingga mudah dikeluarkan.



Karena itu, penderita seharusnya meminum obat mengikuti jenis batuk yang diderita. Penggunaan obat yang tidak sesuai bisa menimbulkan efek samping. Misalnya, jenis batuk berdahak, tapi minum obat jenis antitusif. Akibatnya, dahak yang seharusnya dikeluarkan akan menumpuk di paru-paru. ”Penumpukan dahak tersebut bisa menimbulkan sesak napas,”.



Sebaliknya, penderita batuk kering diberikan obat jenis ekspektoran. Bukannya reda, batuk terasa semakin parah. ”Sebab, ekspektoran berfungsi merangsang batuk untuk mengeluarkan riak, sedangkan riak yang akan dikeluarkan tidak ada. Efeknya, batuk semakin hebat,”



Beberapa contoh obat-obat farmas pada saat kita batuk:



Imudator : ini adalah vitamin untuk manaikkan sistem kekebalan tubuh.

Sanmol : yang berisi parasetamol + analgesic.

Coroflox 500 : ini adalah antibiotik generasi ke III

Extropect Ambroxol HCL 15 mg : ini adalah obat batuk dengan expectorant.



Apakah ada obat alternatif yang sifatnya tradisionil?



Tuhan sudah menciptakan alam dengan segala isinya untuk dipakai manusia, termasuk dengan segala macam tumbuh-tumbuhan yang ternyata memiliki khasiat yang menyembuhkan bagi tubuh manusia yang sakit.



Di bawah ini ada beberapa alternatif yang dapat dicoba:



Alternatif 1: Kalau obat tradisional yg biasa utk batuk-pilek, biasanya aku kasih kunyit campur madu. Kalau aku kasih sebelum gejalanya memberat, misalnya paling baru bersin-bersin atau batuk sekali², biasanya jadi sembuh. Tapi kalau aku ngasihnya agak telat, misalnya udah pilek/batuk berat, biasanya nggak mempan.



Alternatif 2: Untuk meringankan batuk pada anak. Caranya, 5 gram kencur segar dicuci bersih, parut, lalu tambahkan 2 sdm air putih matang dan diaduk. Setelah disaring, tambahkan 1 sdm madu murni. Berikan 2-3 kali sehari.



Alternatif 3: Untuk menghilangkan batuk yang membandel bisa dikasih : 1 sendok madu + bubuk kayu putih. Bubuk kayu putih bisa dibeli hero. Resep ini bisa untuk anak² juga.



Alternatif 4: stup jambu klutuk, dan tentu saja karena rasanya enak anak² pasti mau minum. bahannya sbb:

Jambu klutuk dipotong² (biji sama kulitnya jangan dibuang).

Kapulaga

Cengkih

Kayu manis

Gula batu

Air



Cara buat:

Didihkan air, masukkan kapulaga, cengkih, kayu manis dan gula batu. Setelah gulanya hancur masukkan jambu sebentar (+/- 5 menit). Cara minumnya, stup jambu diblender terus disaring bijinya.



Alternatif 5: Jeruk Nipis

Untuk mencairkan dahak dan obat batuk anak. Caranya, campur 1 sdm air perasan jeruk nipis, 3 sdm madu murni, 5 sdm air matang, lalu ditim selama 30 menit. Takaran minum bayi antara usia 6-1 tahun : 2 kali 1/2 sdt ; anak 1-3 tahun : 2 kali 1 sdt; anak 4-5 tahun : 2 kali 1 1/2 sdt.

Cara lain, potong 1 buah jeruk nipis, peras airnya, taruh dalam gelas/cangkir. Tambahkan kecap manis, aduk. Takaran minum untuk anak, 3 kali 1 sdt per hari.



Alternatif 6: Ambil bunga belimbing sayur ( blimbing wuluh) secukupnya (sekitar 1 genggam) Dikukus dengan ditambah gula batu sedikit saja, agar tidak terlalu manis. Diminumkan ke anak pagi & sore/malam.



Alternatif 7: Sediakan sebuah jeruk purut (Citrus hystrix D.C.), belah dua, kemudian bubuhkan garam dapur di antara belahan ini dan tutup kembali, lantas dibakar sampai garamnya larut. Peras dan diminum airnya. Ulangi meminum ramuan ini sampai dua tiga kali. Dalam waktu singkat penyakit batuk Anda akan sembuh.



Alternatif 8: sakit tenggorokan



Bahan :

15 gr sambiloto; 25 gr kunyit; 2 buah mengkudu/pace yang matang



Caranya :

Rebus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc; Saring, tambah madu dan air jeruk nipis secukupnya; Minum hangat; Lakukan 1 kali sehari



Alternatif 9: Mengatasi Batuk & Sesak Napas, Batuk seringkali menyebabkan sesak napas Jika itu terjadi, pastinya akan , menggangu tidur dan kualitas istirahat pun menjadi kurang baik.



Atasi masalah ini, dengan cara berikut : Ambil 3 ruas jahe, kupas, lalu cuci bersih, lalu bakar, keprak, dan masukkan ke dalam segelas air mendidih. Tambahkan gula batu secukupnya,Minum selagi hangat



Lakukan ini di pagi dan sore hari, batuk pun akan reda, dan sesak nafas pun hilang.



Alternatif 10: Obat Tradisionil untuk Pilek

Bahan: 2 batang daun bawang putih; 10 gr jahe; 90 gr daging daun lidah buaya ; 5 butir cengkeh



Alternatif 11: untuk batuk. yaitu beras satu genggaman dicuci bersih, lalu kencur sebesar kuku jari manis, kemudian beras dan kencur direndam air hangat selama +- 30 menit, setelah itu beras dan kencur dipisah dari air lalu ditumbuk sampai halus, kemudian disaring dengan tambahan air hangat yang baru secukupnya (+-1/2gelas), campur sedikit garam, kemudian diminum, jika tidak tahan dengan rasanya bisa dicampur madu dan kuning telur ayam kampung, minum pagi dan malam hari sebelum tidur.



Alternatif 12: 1. Obat batuk hitam



Bahan: 11 btr cengkih, 11 btr kemukus; 11 btr kapulaga; 1 jari kayu manis; 1 jari kayu manis cina/kayu legi; 3-5 helai daun sirih;2 jari jahe; 1/2 sdt adas hitam; 1/2 jari pulasari;4 gelas (1 ltr)air; gula batusecukupnya (kurang lebih sebesar telur ayam)



Cara: Taruh semua bhn dalam panci email, rebus dengan apikecil tanpa ditutup & usahakan air tidak mendidih setelah air menyusut, tambahkan gula batu, tutup panci, rebus kembali sampai mendidih, angkat dan dinginkan, lalu disaring Dosis: 3 sdm, 3 – 4 x sehari



Alternatif 13: Batuk krn masuk angin I Bahan: 1 sdm air jeruk nipis; 2 siung bwg putih, diparut; 2 sdm madu



Cara: Campur semua bhn, minum 1 sdt setiap kali makan ulangi beberapa kali sehari hingga ramuan habis.



Alternatif 14: Batuk krn masuk angin. Bahan: 2 bh kencur, diparut; 1/4 sdt garam.



Cara: Seduh kencur dg 1 cangkir air hangat, aduk2 lalu saring, sebelum diminum tambahkan garam Dosis: Minum sedikit-sedikit hingga habis dalam 1 hari.



Alternatif 15: Batuk kering. Bahan: 1/2 genggam daun asam muda; 1 genggam daun saga manis dg tangkainya; 1/2 jari kayulegi dipotong; 3 gelas (750 ml) air; gula batu sedikit (cara sama dengan alternatif 13) Dosis: 1/2 gelas 3 x sehari.



Alternatif 16: Batuk kering II, Bahan: 1 genggam daun pegagan; 3 gelas (750 ml) air; 2 sdt gula batu



Cara: Rebus pegagan dengan api kecil, hingga air 1/2nya, jaga jangan sampai mendidih, masukkan gula batu, rebus hingga mendidih, angkat, dinginkan, saring, minum. Dosis: 3/4 gelas 3 kali sehari



Alternatif 17: Bronchitis/amandel bengkak (radang cabang tenggorokan, baik akut maupun kronis)



Bahan: 2 jari bidara upas;1 genggam daun pegagan;gula batu , Cara: Parut bidara upas, seduh dengan satu setengah cangkir air hangat, aduk2, tutup, dinginkan, saring. pegagan ditumbuh, seduh dengan satu setengah cangkir air panas & gula batu, dinginkan, saring dan campurkan. minum 1 cangkir 3 x sehari



Alternatif 18: Batuk rejan I, Bahan: 1 genggam bunga belimbing wuluh; 3 helai daun jintan, diiris; 1 jari kayu manis dipotong; 11 butir kemukus; 2 gelas (500ml) air gula sedikit



Cara: Rebus semua bhn (kecuali gula batu) dalam panci dengan api kecil, usahakan agar air tidak mendidih, setelah air menyusut hingga 3/4 bag, disaring, masukkan gula batu, rebus sampai mendidih & gula hancur.



Alternatif 19: Batuk rejan II , Bahan: 3 helai daun sirih, diiris; 3 helai daun jintan diiris; 5 butir kapulaga; 1 jari kayumanis; 11 biji cengkih.



Cara: Sama dengan (alternatif 18)



Alternatif 20: Batuk karena badan lemah akibat kekurangan gizi. Bahan: 1 genggam daun saga manis;1 btr bawang merah, diparut; 5 btr adas manis;1/4 sdt pulasari halus; gula batu secukupnya;1/2 cangkir air matang.



Cara: Campur semua bahan dalam mangkuk, kukus selama 15 menit, saring setelah dingin.



Alternatif 21: Batuk disertai badan panas, tenggorokan bengkak, kadang2 mimisan (karena malnutrisi, terlalu sering makan fastfood & makanan yang mengandung zat aditif)



Bahan: 1 jari bidara upas;1/2 (setengah) sdm madu; 1/2 cangkir air panas



Cara: Bidara upas dikupas,diparut,seduh dg air panas aduk2, tutup cangkirnya, setelah dingin saring dan tambahkan madu. Minumkan 4 x sehari dengan dosis yang sama, setiap kali buat ramuan yang baru.



DOSIS :3 – 6 bln = 1/2 (setengah) sdt, 4 x sehari; 6 bln – 1 th = 1 sdt, 4 x sehari; 1 – 3 th = 2 sdt, 4 x sehari; 4 – 6 th = 1 sdm, 4 x sehari



Pencegahan:



Tiap orang, bisa menghindar dari gejala batuk dan flu. Mencuci tangan, menghindari penderita batuk, dan meningkatkan daya tahan tubuh merupakan cara ampuh menghindar dari batuk. “Bahkan untuk batuk yang paling ringan sekalipun



cara mencegah terkena infeksi virus atau bakteri, terutama ketika pergantian musim, atau terkena flu yaitu dengan mencuci tangan dan mencuci tenggorokan . Mencuci tenggorokan maksudnya memasukkan air ke mulut kemudian mendongakkan kepala, sehingga air sampai ke tenggorokan, lalu mengeluarkan bunyi `goro-goro` di tenggorokan, air tidak ditelan tetapi segera dimuntahkan.



Biasanya kita dianjurkan untuk minum vitamin C, makan buah dan sayur, minum air putih yang banyak.



Facebook Share